Penerimaan Tenaga Pendidik universitas Jenderal Soedirman mengacu pada pasal 45 dan pasal 46 UU no.14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen serta PP no. 37 Tahun 2009 tentang Dosen yaitu Dosen wajib memenuhi persyaratan wajib dengan kualifikasi akademik (minimum S2), kompetensi pendidik, sehat jasmani dan rohani serta memenuhi kualifikasi lain. Seleksi CPNS dan Tenaga Kontrak yang didasarkan pada kebutuhan Program Studi. Mekanisme seleksi CPNS dan Tenaga Kontrak ini dilakukan dalam tiga tahapan yaitu: ujian tertulis, psikotest, dan uji kompetensi. Ujian CPNS dilakukan melalui seleksi Negara menggunakan Computer Based Test (CBT) yang diharuskan lulus pasing grade. Sedangkan Seleksi Tenaga Kontrak Ujian tertulis merupakan materi nasional dan pelaksanaannya dilakukan oleh universitas. Psikotest dilaksanakan setelah ujian tertulis menggunakan psikolog profesional (pihak ketiga). Uji kompetensi merupakan ujian komprehensif yang dilakukan dengan dua tahapan yaitu: wawancara dan tertulis. Ujian wawancara dilakukan oleh tim penguji yang terdiri dari unsur bidang keahlian (perwakilan program studi Informatika). Indikator kompetensi yang diukur meliputi: komitmen institusi, attitude, motivasi, kemampuan bahasa inggris, kemampuan mengajar, kemampuan pendukung, dan kemampuan akademik.

Seleksi penerimaan tenaga kependidikan dilakukan di tingkat universitas dengan tahapan yang meliputi : ujian tertulis, psikotest, dan uji kompetensi.

PENEMPATAN

Tenaga Pendidik hasil seleksi yang dilakukan ditempatkan sesuai dengan bidang keahlian yang dimiliki, dan semua Tenaga Pendidik di program studi Teknik Informatika sesuai dengan bidang keahliannya masing-masing. Sedangkan untuk tenaga kependidikan secara umum disesuaikan dengan keterampilannya, yang dikelompokkan dalam dua jenis yaitu tenaga administratif dan tenaga fungsional.

PENGEMBANGAN

Pengembangan Tenaga pendidik dilakukan dengan tujuan meningkatkan kemampuan dan profesionalisme, yang dilakukan dengan beberapa metode, yaitu

  • Sebagai bentuk dukungan Jurusan Teknik Informatika memberikan kesempatan beberapa Tenaga Pendidik yang akan melanjutkan studi S3 untuk mengikuti pelatihan bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya.
  • Pengembangan kepakaran dan keahlian Tenaga Pendidik dilakukan untuk mendorong Tenaga Pendidik melakukan kegiatan penelitian dan mempublikasikan hasil-hasil penelitian. Beberapa hal yang dilakukan oleh Jurusan Teknik Informatika diantaranya yaitu: memberikan kesempatan mengikuti pelatihan penulisan proposal penelitian maupun penulisan jurnal internasional yang dilaksanakan oleh LPPM ataupun oleh Universitas l
  • Peningkatan kompetensi dan profesionalisme tenaga pendidik dilakukan melalui keikutsertaan dalam Pelatihan Pekerti, AA Plus maupun Pelatihan Pengembangan dan Penguatan Kurikulum yang diselenggarakan oleh LP3M
  • Pengembangan karir Tenaga Pendidik dilakukan dengan mendorong Tenaga Pendidik dapat segera mengajukan kenaikan pangkat atau jabatan fungsional.

Pengembangan tenaga kependidikan dilakukan dengan beberapa metode yaitu:

  • Mengirimkan Staf pada kegiatan-kegiatan pelatihan ataupun non degree training untuk meningkatkan keterampilan.
  • Mengikutsertakan seluruh tenaga kependidikan dalam pelatihan Layanan Prima dan Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi.

 

RETENSI DAN PEMBERHENTIAN

Retensi dan pemberhentian pegawai dilakukan berdasarkan peraturan pemerintah no 53 tahun 2011. Ketua Jurusan merupakan pejabat pembina kepegawaian untuk Tenaga Pendidik dan Kasubag merupakan pejabat pembina kepegawaian untuk tenaga kependidikan.

Pemberhentian dosen dan tenaga kependidikan mengacu pada peraturan pemerintah no 9 tahun 2003 tentang wewenang pengangkatan, pemindahan, dan pemberhentian Pegawai.

Pengelolaan Dosen dan Tenaga Kependidikan

Pengelolaan dosen dan staf pendukung di Program Studi sebagian besar menjadi tanggung jawab fakultas. Jurusan/Program Studi bekerjasama dengan Fakultas bertangungjawab langsung terhadap pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu mengatur pembagian tugas dosen dalam melaksanakan kegiatan pendidikan, penelitian, dan kegiatan pengabdian kepada masayarakat dengan berpedoman pada Beban Kerja Dosen (BKD).

Berdasarkan Beban Kerja Dosen (Tabel 6) semua dosen (100%) sudah memenuhi kewajiban dalam melaksanakan semua unsur Tri  Dharma Perguruan Tinggi. Fakultas bertanggungjawab untuk memonitor kinerja akademis Tenaga Pendidik yang berada pada naungannya, salah satu diantaranya melalui monitoring kinerja dosen berbasis Indeks Kinerja Akademik Dosen (IKAD) dalam pelaksanaan perkuliahan yang melibatkan mahasiswa dan LP3M (Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu) melalui kegiatan AIMA (Audit Internal Mutu Akademik)

Tabel 6. Beban Kinerja Dosen

No. Nama

Dosen Tetap

sks

Pengajaran pada

sks

Pene-litian

sks

Pengab-dian kepada Masya-rakat

sks

Manajemen**

Jum-lah sks
PS Sendiri PS Lain

PT Sen-diri

PT Lain
PT Sen-diri PT Lain
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
1 Drs. Eddy Maryanto M.Cs 9 0 0 1.75 1 6   17.75  
2 Teguh Cahyono, M.Kom 10.25 0 0 1.9 1 0 0 13.75  
3 Swahesti Puspita Rahayu, S.Kom, M.Kom 10.25 0 0 1.1 1 0 0 12.35  
4 Ipung Permadi S.Si.,M.Cs 9.5 0 0 1.25 1 4   15.75  
5 Bangun Wijayanto, S.T., M.Eng 10.25 0 0 3.3 1 4   18.55  
6 Dadang Iskandar, S.T., M.Eng 11.5 0 0 1.2 1 0 0 13.7  
7 Arief Kelik Nugroho, S.Kom., M.Cs. 10.5 0 0 0,75 1 4   15.5  
8 Nofiyati, S.Kom., M.Kom 10 2.25   0,75 1 0 0 14.00  
  Lasmedi Afuan, S.T., M.Cs 12 0 0 0 0 0 0 12  
  Nurul Hidayat, S.Pt., M.Kom 12 0 0 0 0 0 0 12  
9 Nur Chasanah, S.Kom., M.Kom. 10 0 0 1.5 1 0 0 12.5  
Jumlah   91.25 2.25   12.75 9 18   155,75  
Rata-rata* 10.14 0.25   1.41 1 2   14.16  

 

Mengacu pada Beban Kinerja Dosen maka jurusan/program studi melakukan koordinasi dengan dosen agar jumlah beban kerja dosen memenuhi jumlah yang diharuskan yaitu  minimal 12 SKS. Untuk meningkatkan dan menjaga kualitas pengajaran dosen maka LP3M telah menerbitkan panduan administratif yang berupa item-item yang harus dipenuhi dosen dalam rangka proses belajar mengajar mata kuliah yang diampunya (Terlampir). Hal-hal yang berkenaan dengan buku ajar, GBBP, SAP, petunjuk praktikum, bank soal/kuis, tugas, kompilasi nilai dan lain-lain telah dilaksanakan oleh dosen dengan baik. Dalam bidang peningkatan kemampuan mengajar, langkah-langkah yang rutin dilakukan adalah :

  • Pelatihan PEKERTI,
  • Pelatihan AA Plus,

Mengacu pada BKD dosen maka jurusan/program studi melakukan koordinasi dengan dosen agar jumlah SKS beban kerja dosen dapat dipenuhi yang dikoordinasikan dengan LP3M UNSOED. Terkait dengan misi UNSOED untuk meningkatkan Penjaminan Mutu dalam bidang akademik, dosen juga diikutsertakan dalam berbagai pelatihan pengembangan pembelajaran.

Berbeda dengan dosen, pengelolaan penugasan staf pendukung pendidikan sepenuhnya dikelola oleh fakultas, sehingga program studi tinggal menerima, menempatkan dan menugaskan staf sesuai dengan penugasan dari fakultas. Monitoring tertib administrasi (kehadiran) staf pendukung dilakukan fakultas, demikian pula dengan monitoring tertib administrasi (kehadiran) untuk dosen juga dilakukan fakultas berkoordinasi dengan universitas. Proses monitoring kinerja staf pendukung selain dari kehadiran, juga dilakukan dengan mekanisme lainnya yaitu Sasaran Kerja Pegawai (SKP) dan Laporan Sasaran Kerja Pegawai yang akan dievaluasi pada setiap semester.

Profil Dosen dan Tenaga Pendukung: Mutu, Kualifikasi, Pengalaman, Ketersediaan (Kecukupan, Kesesuaian, dan Rasio Dosen-Mahasiswa).

Saat ini jumlah dosen tetap pada program studi informatika terdiri dari 11 orang dosen. Tenaga pendidik selain dosen tetap program studi juga berasal dari program studi lain seperti: Program Studi Teknik Elektro, Matematika, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Rasio dosen tetap dengan mahasiswa adalah 1:26.  Komposisi jenjang pendidikan dosen tetap, 100% bergelar S2 dan dua orang sedang menempuh pendidikan S3. Berdasarkan kondisi ini, peningkatan kualifikasi tingkat pendidikan merupakan masalah yang sangat penting untuk segera dilakukan oleh Program Studi, agar sebagian besar tenaga pengajar dapat berkualifikasi S3. Peningkatan kuantitas dosen juga menjadi isu penting untuk peningkatan kinerja program studi.

Tabel 7. Profil Staf Dosen

Pendidikan Terakhir Kelompok Umur (Tahun) Jumlah %

 

<31 31 – 40 41 – 50 51 – 60 >60
1 2 3 4 5 6 7 8
S0 0 0 0 0 0 0 0,00%
S1 0 0 0 0 0 0 0,00%
S2 1 9 2 1 0 13 100,00%
S3 0 0 0 0 0 0 0,00%
Jumlah 1 9 2 1 0 13 100,00%
Presentasi 8% 69% 15% 8% 0%  

 

Berdasarkan data komposisi umur dosen aktif pada Tabel 7 terlihat bahwa komposisi usia dibawah 31 tahun  sebanyak 8%, 31 sampai dengan 40 tahun sebanyak 69% dan 41 tahun sampai 50 tahun yang mencapai 15%, dan diatas 50% sebanyak 8% yang mana  rentang usia ini merupakan rentang usia produktif. Proporsi kualifikasi atau jenjang akademik staf pendukung dapat dilihat pada  Tabel 8 Profil Tenaga Kependidikan yang melayani kegiatan pembelajaran di program studi ditangani oleh tenaga administrasi fakultas. Tenaga laboran yang ada di laboratorium merupakan tenaga kependidikan fakultas yang diperbantukan di jurusan informatika.

Tabel 8. Profil Tenaga Kependidikan

No Jenis Tenaga Kependidikan Jumlah Tenaga Kependidikan dengan

Pendidikan Terakhir

Unit Kerja
S3 S2 S1 D4 D3 D2 D1 SMA/SMK  
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)
1 Pustakawan * 0 0 8 0 7 0 0   Universitas
2 Laboran

Teknisi

Analis Operator Programer

0 0 4 0 1 0 0 4 Fakultas
3 Administrasi 0 2 14 0 6 0 0 8 Fakultas
4 Petugas Keamanan 0 0 0 0 0 0 0 22 Fakultas
Total 0 2 26 0 14 0 0 34  

 

Komposisi jabatan fungsional Dosen Program Studi Teknik Informatika pada tahun 2019 disajikan pada Tabel 9.

Tabel 9. Jenjang Fungsional Dosen

Jenjang Fungsional Jumlah Persentase
Asisten Ahli 5 38,46%
Lektor 5 38,46%
Lektor Kepala 0 0%
Guru Besar 0 0%
NA 3 23,07%
Jumlah Dosen 13 100%

web ini di khususkan untuk informasi seputar aturan akademis dan kehidupan kampus dari informatika unsoed, silahkan kunjungi website if.unsoed.ac.id untuk mengakses website official informatika unsoed

Was this article helpful to you?